Drs. Damiri,MM : siswa belajar harus disiapkan dan otaknya dilatih, diasah terus dengan bimbel, latihan soal dan training

Upacara bendera Senin (2/2/2015) rutin dilaksanakan. Pagi itu petugasnya dari kelas 9C dan selaku pembina upacara Drs. H. Damiri, MM seorang pengawas sekolah  di SMP Negeri 3 Kasihan . Upacara tersebut dihadiri seluruh siswa, guru dan karyawan sekolah .

Pada sambutan pembina  upacara  Drs. H. Damiri, MM memulai dengan cerita motivasi yaitu dahulu kala ada seorang yang sudah tua dan seorang anaknya pergi ke hutan untuk menebang pohon .  Seorang yang sudah tua ketika menebang kadang ia berhenti karena usia ia  cepat lelah tetapi sorang pemuda ia menebang tanpa kenal lelah . Alhasil hasilnya pohon yang ditebang orang tua tadi lebih banyak dari pada pohon yang ditebang pemuda tadi . “Mengapa ini bisa terjadi” kata pemuda

“Ada ada dua yang menjadi penyebab hasil tebangan sedikit yaitu  pertama  mungkin alat yang dipakai pemuda tidak pernah diasah sedang alat yang dipakai orang tua setiap akan dipakai diasah . Kedua energi orang tua tidak terfosir sebab kadang istirahat sedang energi si pemuda terfosir habis sebab tidak berhenti” katanya.  Selanjutnya dari cerita tersebut dapat diambil hikmahnya  bahwa : 1. siswa belajar harus disiapkan  sofware dan hardware . Otaknya dilatih, diasah   terus  dengan bimbel, latihan soal dan training dll . 2. Belajar disekolah bukan lamanya tetapi hasilnya , tambahnya

Tugas pengawas seperti penyuluh pertanian agar panenya baik dan tidak fuso maka perlu mendapatkan penyuluhan terus . Oleh karena itu saya berharap agar  SMP Negeri Kasihan tidak fuso untuk UN tanggal 4 – 7  Mei  2015 maka mestinya sudah persiapkan  .  Semoga SMP Negeri 3 Kasihan berhasil dan lulus semua .

Selanjutnya pada minggu yang sama kegiatan supervisi guru mata pelajaran  dilakukan oleh pengawas sekolah, Kamis (5/2/2015). Supervisi ini mengacu pada unsur pembinaan terhadap guru mengajar . Supervisi dilakukan oleh tiga pengawas yaitu Drs. Damiri,MM, Giyana,MM dan Hj. Suwarsih, M.Pd . Supervisi dilakukan mulai jam pertama sampai jam terakhir .  Adapun mata pelajaran yang disupervisi adalah Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS,  Bahasa Inggris, PKn, bahasa Jawa dan Agama Islam .

Setelah selesai supervisi dilanjutkan dengan refleksi bertempat di Laboratorium IPA dihadiri semua guru mata pelajaran . Hasil refleksi hampir semua guru lupa terhadap Permen No. 41 tahun 2007 tentang standar proses . Selain itu PBM efektif perlu ditingkatkan dan kata kuncinya adalah keberhasilan . Refleksi diakhiri tepat pukul 13.00 wib .

(Ngatono)

 

 

Data email Anda akan dijaga kerahasiaannya.

Share This